Showing posts with label work. Show all posts
Showing posts with label work. Show all posts

Wednesday, May 04, 2011

Study Visit a la Jepang dan a la Indonesia

Kunjungan kenegaraan (alias tugas) a la Indonesia
Nuansa ketidakpercayaan rakyat Indonesia terhadap para wakilnya a.k.a anggota DPR seperti tiada habisnya. Saat ini yang marak adalah tentang penolakan pembangunan gedung baru DPR dan juga masalah studi banding keluar negeri.
Baru-baru ini anggota komisi VIII berstudi banding ke Australia. Bahkan berdasar sebuah thread di Kaskus yang berjudul [profesionalisme dpr] email resmi aja tidak punya , dilaporkan secara cukup detil dan kronologis bagaimana isi jalannya sebuah dialog anggota DPR dengan rakyatnya.
Beberapa poin yang bisa ditarik tentang kunjungan tersebut adalah sebagai berikut:
1. dianggap tidak dipersiapkan secara matang, antara lain dilihat dari tidak tepatnya waktu kunjungan (pada masa reses parlemen), institusi yang dikunjungi, ditolaknya visa salah satu peserta
2. peserta studi banding mengajak keluarganya. sebenarnya selama itu dibiayai dari uang pribadi, bukan uang rakyat si tidak masalah, tapi benarkah itu dari uang pribadi dan bukan uang rakyat?

Kunjungan a la Jepang

Karena saya bekerja di kantor Jepang, mungkin saya bisa bercerita sedikit tentang perilaku dan tatacara ala Jepang dalam hal ini dan apa yang saya ketahui tentang sebuah kunjungan

Case 1.
untuk tugas kantor biasa, misalnya menghadiri rapat di luar negeri, menjadi pembicara seminar/workshop di luar negeri, mereka akan datang dan pulang pada waktunya, misal acara selesai jam 3 sore, malam mereka sudah kembali ke Jepang! Di benak saya pun terbersit "mbok ya" besok aja pulangnya, buat mengenal Indonesia dan counterpart di Indonesia.

Case 2.
Sedangkan untuk kunjungan studi banding/study visit yang saya tahu adalah kunjungan orang Indonesia ke Jepang dengan biaya dari pemerintah Jepang, memang secara mendasar berbeda dengan kunjungan anggota DPR ke negara lain, yang akan saya titik beratkan adalah bagaimana cara tersebut diatur.

Berkaitan dengan proyek yang kami jalani tentang percepatan pendirian Perusahaan Penjaminan Kredit Daerah (PPKD) maka dianggap perlu oleh expert kami (orang jepang) dan counterpart di lembaga pemerintahan Indonesia untuk mengujungi negara lain yang sudah mengalami kesuksesan dalam pendirian, pengaturan PPKD agar sustainable.
Ada beberapa pilihan negara, dan akhirnya dipilih Jepang karena bisa menghemat anggaran karena di Jepang ada fasilitas akomodasi (semacam guest house bagi tamu), dan juga karena expert kami bisa dengan mudah merencanakan kunjungan (memilih institusi, contact person yang ditemui, mengatur waktu dan agenda kunjungan) agar tepat waktu, tepat sasaran dan bermanfaat.

Pemilihan peserta dari beberapa lembaga dan kementrian di Indonesia saat itu dilakukan oleh lembaga tersebut sendiri, siapa yang akan berangkat. Dan kemudian mengisi form yang antara lain menunjukkan latar belakang pendidikan, relevansi jabatan dengan tujuan kunjungan, kemampuan berbahasa asing, riwayat kesehatan. Secara umum, hal2 ini dengan kriteria tertentu bisa menyebabkan ditolaknya aplikasi ini oleh pemerintah Jepang. dengan berbagai birokrasi akhrinya rombongan ini dengan sukses berangkat.
Dari kunjungan ini mereka diharuskan membuat laporan resmi dan dipresentasikan, dan sepulang dari kunjungan mereka harus memformulaskan langkah apa yang akan diambil oleh lembaga mereka berkaitan dengan proyek ini setelah mendapat pandangan baru tentang jepang. Artinya, ada sisi pertanggungjawaban yang harus mereka lakukan berkaitan dengan "fasilitas" berkunjung ke negara lain. Well 2 lembaga melaporkan dengan sukses dan 1 lembaga kurang menuaskan.
Sebagai tambahan, dalam kunjungan itu juga diatur city sight seeing tour juga, tapi selain itu, jadwal kunjungan cukup padat.

Case 3 kunjungan ala Indonesia
Kemudian ternyata ada lembaga lain yang kebetulan tidak berkesempatan bergabung dengan rombongan tadi ingin mengadakan kunjungan yang sama ke negara lain, rencana awal Spanyol atau Prancis. Ok itu tidak bermasalah, terserah saja.
Namun hal itu menjadi masalah ketika mereka tidak berkonsultasi kepada orang yang lebih tahu dan lebih kenal lembaga2 terkait di negara tujuan, dalam hal ini kepada expert kami agar kunjungan mereka semakin tepat sasaran.Akhirnya berita tentang kunjungan ini semakin simpang siur dan ketika dikonfirmasi oleh kami dan lembaga lain agar dapat berbagi pengetahuan dan hasil dari kunjungan untuk kepentingan rakyat pun, tidak ada hasil nyatanya. Kemudian orang pun menjadi berburuk sangka karena kunjungan dilakukan di akhir tahun anggaran mungkin "hanya" alasan utnuk menghabiskan anggaran


Begitulah sedikit gambaran dan perbandingan, semoga bermanfaat sebagai pengetahuan dan memperbaiki langkah kita

Friday, May 02, 2008

1st Compliment

Hmmm dapet pujian ni dari bos, pujian ini muncul setelah aku selesai memfotocopi dokumen, dan kemudian ku serahkan kembali.

"You are not like Indonesian....." begitu beliau berkata, ku tanya kenapa? he said " because indonesian people never do the documents like this, not neat" *intinya begitu, soalnya dia juga bingung gimana ngejelasinnya. intinya orang indonesia itu kalo men-staples dokumen banyak yang tidak lurus, mencang-mencong, beda tinggi beda atas bawahnya.

ha ha pujian yang lucu juga yah, then i said "yea i learn it from my previous company"

Thanks to Mr Yogi -my previous bos- jadi beliau ini, suka kerapian, kalo kita men-staples dokumen ya harus rapi jali bahkan termasuk posiisi staples juga diperhatikan *, sementara diriku yang jabatannya staff HRD sangat berhubungan dengan file pelamar yang bejibun dan kadang juga tebel, jadi mayan terlatih lah.

Back to pujian tadi, weleh segitunya yah orang indonesia dapet cap ga rapi he he. FYI bos vita ini orang jepang and dah pernah di indonesia selama 1 tahun -tahun 2005-, trus tahun 2008 ini balik lagi kesini.

Anyway, sekarang ku balik lagi kerja di sini dengan bos yang berbeda tapi untungnya sama-sama baik.

Monday, January 15, 2007

Reconstruction of Yogyakarta

Like I said before, I was going home to Yogyakarta. there are so many new building, new resto or restaurant, new gas station, etc. Like this one I take, it's on quarter of Sentul, it was a restaurant, for people who ever live in Yogya, must know it.



postingan blm layak tayang, tp biarin deh drpd ga ke update heheeee, meanwhile, cek my flickr for new photos

Thursday, November 16, 2006

Huaaa bocor kah?

Hari Rabu, ketika datang, ruangan kantor aga gelap, beberapa lampu tidak menyala, dan ketika masuk ruanganku waaa dikejutkan dengan aqua galon di ruanganku berkurang sangat banyak dari kemarin, mulai curiga ma pekerja konstruksi d kantor *masyaallah suudzon* ketika dispenser ku hidupkan tidak menyala dan begitu juga dengan komputer. Alamat terjadi sesuatu dan ternyata katanya sedang ada yang korslet.

Ketika ku cek colokan listrik di bawah huaaa lantai basahhh, disinyalir dari Aqua. Kontak Aqua lapor dispencer nya bocor, karena ini cuma sewa jadi biar bisa diganti gitu.
Syukur listrik menyala dan bukan disebabkkan bocornya dispenser itu kata tehnisinya. Phfiuhhh bisa ngenet lagi deh ha haaaa.

Ketika bos datang langsung ku laporkan keadaan yang ada. Menit demi menit berlalu, ternyata bocor semakin deras, huaduh kalang kabut, ini salah satu moment terberat dimana ku harus segera mengambil keputusan *halahh. Jadilah ku ambil gitar dan mulai ku mainkan, lagu lama yang biasa kita nyanyikan, wee bukan, segera ku ambil galon bersih dr pantry, ambil teko juga, ku tuanglah aqua di dispenser ke galon kosong tadi, ku ambil pel juga -kebayang ga pake sepatu hak tapi bawa pel? hi hii.
Ok sementara masalah beres pfiuhhhh.....

Terpaksa deh hari itu ga ada air panas dan air dingin. Mana pas kerjaan banyak, fax sana fax sini, pake salah tujuan, gagal terima huaduhhh

*****
Hari ini, Kamis, sempat terbersit harapan ketika melihat truk aqua d lantai dasar, berharap dia mengantar stok aqua galon k ruanganku. Ketika bos datang dia bilang kalo di rumah dia (*apartemen kali maksudnya)pernah terjadi hal yang sama dan dikarenakan GALON YANG BOCOR jadi bukan dispensernya, jadilah ku pasang lagi galon lain, dan sampai saat ini baik-baik saja. Horeeee problem solved.

Ohya, td pagi sempet tidak semangat karena temanku nun jauh disana ga masuk kantor dari kemarin karena sakit, moga Senin dah sehat lagi dan mewarnai hari-hariku dengan chatting bersamanya *halahhh

Salah satu yang bikin semangat adalah mencoba telpon via internet, mencoba pakai Gtalk alias google talk. Setelah ku matikan firewaal koneksi internet namun masih ada firewall dari norton ku, diriku bisa bercakap dengan robby di bogor walau ada lag alias delay dan kadang terputus-putusyah lumayan lahhh. Ketika kita coba dengan Yahoo messenger ternayta belum bisa, sudah utak utik sana-sini belum bisa juga..yah lain kali di coba lagi.

Terus iseng-iseng coba download skype lagi. Dulu sih pernah download tapi karena file yang cukup besar 12 MB ga pernah sukses downloadnya. dan ajaib tadi bisa dengan sukses download dan instal. horeee ready to talk dehhh walaupun belum di test hihi hi


update

moral of the story nya kelupaan, jadi ingat jangan sampai pasang galon yang bocor, retak, pokoknya yang rusak deh, walaupun retak itu dah di tempel selotip -like I already did before, ga ngefek hi hiii
Napa yah klo galonnya retak dikiiit aja dan bisa mengalirkan udara k dalamnya, kok jadi bocor allias keluar air dr dispenser dan bukannya dari galonnya! Ada yang tau ga?